Monday, 16 September 2019

Pengertian Action Verb dan Stative Verb

 


Pengertian Action dan Stative Verb

Pengertian Action Verb dan Stative verb
Verb (kata kerja) dalam bahasa Inggris dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu: action verb dan stative verb. Action verb atau dynamic verb adalah kata kerja untuk menyatakan bahwa subject sedang melakukan suatu aksi atau untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi.

Kebalikan action verb, yaitu stative verb atau non-action verb, adalah kata kerja yang tidak untuk menyatakan aksi melainkan untuk menyatakan kondisi yang tidak berubah atau cenderung tidak berubah.

Perbedaan paling mendasar diantara keduanya adalah stative verb normalnya tidak memiliki bentuk continuous atau progressive (-ing form).

Action verb untuk menyatakan aksi yang dilakukan subjek atau bahwa sesuatu terjadi, sedangkan stative verb untuk membicarakan kondisi yang tetap atau cenderung tetap.
action dan stative verb bahasa Inggris

Action Verb

Kata-kata kerja yang tergolong action verb antara lain yang menyatakan activity (aktivitas), process (proses), dan momentary action (aksi berdurasi pendek). Action verb memiliki bentuk progressive/continuous, dan tentu saja bentuk simple dan perfect. Beberapa contoh action verb sebagai berikut.

action verb
activities: eat, listen, play, walk, work
process: change, grow, melt, shorten, widen
momentary actions: hit, jump, knock

Contoh Kalimat Action Verb:
1. He plays badminton every Sunday morning.
(Dia bermain badminton setiap Minggu pagi.)

2. They are playing badminton at the stadium.
(Mereka sedang bermain badminton di stadion.)

3. Sunflowers grow fast.
(Bunga matahari tumbuh dengan cepat.)

4. The food company is growing fast.
(Perusahan makanan tersebut berkembang cepat.)

5. The athlete jumps when his coach blows the whistle.
(Atlit tersebut melompat ketika pelatihnya meniup peluit.) [hanya sekali melompat]

6. The athlete is jumping on the trampolin.
(Atlit tersebut melompat-lompat di atas trampolin.) [melompat berkali-kali]

Stative Verb

Kata kerja yang tergolong stative atau non – action verb antara lain yang menyatakan

perception/cognition (merujuk pada hal-hal dalam pikiran)
relation (mendeskripsikan hubungan antara hal-hal)
Berikut beberapa contoh stative verb.

stative verb
perception/cognition: adore, believe, desire, detest, dislike, feel, forgive, guess, hate, hear, imagine, impress, intend, know, like, love, mean, mind, perceive, prefer, realize, recall, recognize, regard, remember, satisfy, see, smell, suppose, taste, think, understand, want, wish
relation: be, belong to, concern, consist of, contain, cost, depend on, deserve, equal, fit, have, include, involve, matter, need, owe, own, possess, require, resemble, seem, sound

Contoh Kalimat Stative Verb:
1 I love Mondays.
(Saya suka hari senin.)

2 We agree that the product is too expensive.
(Kami sepakat bahwa produk tersebut terlalu mahal.)

3 This cheese cake tastes great.
(Kue keju ini rasanya enak.)

4 I prefer mangoes to oranges.
(Saya lebih suka mangga daripada jeruk.)

5 The man owns two luxury houses in Bandung.
(Lelaki tersebut memiliki dua rumah mewah di Bandung.)

6 You owe me a cup of coffee.
(Kamu berhutang pada saya secangkir kopi.)

Sekilas Stative Verb

Sesuai dengan namanya, non-action atau stative verb, merupakan kata kerja yang tidak untuk menyatakan tindakan atau kejadian melainkan untuk menyatakan kondisi tidak berubah atau cenderung tetap.

Oleh karena itu, stative verb normalnya tidak memiliki bentuk progressive atau continuous. Namun ada beberapa stative verb dapat menyatakan aksi seperti action verb. Pada kondisi tersebut, stative verb memiliki -ing form.

Stative Verb dengan Bentuk Progressive

Berdasarkan general rule memang stative verb tidak memiliki bentuk progressive. Pada kenyataannya ada beberapa stative verb yang melanggar aturan umum tersebut. Namun ketika kata kerja tersebut menggunakan bentuk progressive, makna kalimat menjadi berbeda. Stative verb tersebut antara lain: appear, feel, have, is, look, see, smell, think, taste, dan weigh.