MATERI GENETIK : Pengertian, Fungsi, Sifat, Perbedaan Kromosom, Gen dan Alel - Primalangga -->

MATERI GENTIK : Pengertian Kromosom, Gen dan Alel

Jadi, tadi mimin ulangan bab genetik dan pembelahan sel, alhamdulillah yang penting gak remidi deh. menurut mimin si ya.. materi genetik ini gampang-gampang susah. karena yang dibutuhkan lebih ke pemahaman pada sintesis proteinnya.

kalau untuk kromosom,DNA,RNA,Gen,Alel dan lainnya itu cukup dihafalkan saja. dari pengalaman mimin ulangan si, adalah materi yang penting untuk dipelajari. jadi selamat belajar ya.

1. KROMOSOM

A. PENGERTIAN KROMOSOM
“Kromosom” berasal dari dua kata, yaitu “kroma” yang artinya benang, dan “soma” yang berarti badan. Sesuai dengan namanya tersebut, Kromosom adalah struktur berupa benang halus yang membawa informasi genetik (gen). Kromosom terdapat di dalam setiap inti sel makhluk hidup. 

Gen adalah materi genetik yang memiliki informasi tetang sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunannya. Di dalam kromosom, gen tersimpan di sebuah area khusus yang disebut lokus. Gen yang berpasangan di dalam lokus disebut alel. 

Tubuh kromosom terdiri oleh benang-benang kromatin yang disusun oleh asam nukleat (DNA dan RNA) dan protein. Komposisinya 60% protein, 35% DNA, dan 5 % RNA.
Setiap makhluk hidup memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda. Manusia memiliki 46 kromosom (23 kromosom berasal dari ayah dan 23 kromosom berasal dari ibu) di dalam setiap inti selnya. 

C. FUNGSI KROMOSOM
Terdapat 3 fungsi utama kromosom yaitu :
- Sebagai tempat penyimpanan informasi genetik yang akan diturunkan dari induk ke anak sehingga membentuk sifat dan ciri khas individu tersebut.
- Berperan penting dalam proses pembelahan sel.
- Menentukan jenis kelamin suatu individu.

D. STRUKTUR KROMOSOM
DNA bersama dengan protein yang disebut protein histon akan membentuk struktur yang disebut nukleosom. Kemudian kelompok nukleosom akan membentuk untaian benang yang disebut kromatin. Kumpulan dari benang kromatin yang melilit sedemikian rupa akan membentuk kromosom. 

Sebelum terjadinya pembelahan sel, DNA dari setiap kromosom akan membelah sehingga terbentuk lengan ganda yang disebut kromatid. Replikasi DNA ini berfungsi agar pewarisan terhadap sel keturunan akan mendapatkan salinan lengkap informasi genetik induknya.

Berdasarkan hasil pembelahan sel, nantinya akan terbentuk dua jenis kromosom, yaitu :
  - Kromosom Sel Diploid, merupakan sel yang memiliki dua set kromosom, sel diploid identik (homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel diploid memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya.

  - Kromosom Sel Haploid, merupakan sel yang hanya memiliki satu set kromosom, sel haploid secara tidak identik (non-homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel haploid juga hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom sel induk.

Untuk lebih memahami tentang struktur kromosom yang telah kami jelaskan di atas, perhatikan gambar di bawah ini : 


STRUKTUR KROMOSOM

A. BAGIAN – BAGIAN KROMOSOM
Secara umum, seluruh kromosom memiliki dua bagian tubuh, yaitu Sentromer dan Lengan Kromosom (Kromatid). 
5R

B. BAGIAN - BAGIAN KROMOSOM
1. Sentromer
Bagian pusat kromosom yang umumnya berbentuk bulat. Pada sentromer terdapat kinetokor memiliki fungsi penting saat terjadinya pembelahan sel. Pada bagian inilah benang spindel melekat pada masing-masing kutub yang berlawanan.

2. Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari kedua lengan hasil replikasi pada kromosom. Pada lengan kromosom terdapat kromonema, yaitu pita yaang berbentuk spiral. Pada kromonema dapat terlihat penebalan berupa manik-manik yang disebut Kromomer. Umumnya kromomer susah untuk diamati, namun dapat terlihat jelas pada kromosom yang telah banyak melakukan replikasi. Kromonema dibungkus oleh substansi khusus yang disebut matriks. Kromatid melekat satu sama lain pada bagian sentromer.

3. Telomer
Telomer merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagian ujung dari kromosom. Telomer berfungsi untuk menjaga DNA pada bagian ujung tidak terurai dan mencegah bertemunya satu lengan dengan lengan kromosom yang lainnya. Telomer juga berfungsi untuk melindungi kromosom dari ancaman lingkungan.

C. JENIS JENIS KROMOSOM
1. Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, kromosom dibagi menjadi 2 tipe :
  - Kromosom Autosom (Tubuh), yaitu kromosom yang memberikan ciri-ciri yang ada pada tubuh makhluk hidup. Contohnya : manusia memiliki 22 pasang kromosom autosom dan 1 pasang kromosom genosom.

  - Kromosom Genosom (Kelamin), yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin organisme pemilik kromosom tersebut. Contohnya manusia memiliki 1 pasang kromosom autosom, Apabila 1 pasang kromosom tersebut adalah XX maka manusia itu wanita, namun apabila 1 pasang kromosom tersebut XY maka jenis kelaminnya laki-laki.

2. Berdasarkan Letak Sentromer
Berdasarkan letak sentromernya kromosom dibagi menjadi 4, yaitu : 


D. KROMOSOM BERDASARKAN LETAK SENTROMERNYA

Telosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di ujung lengan kromosom.
Metasentrik, merupakan kromosom dengan sentromer yang terletak tepat ditengah lengan kromosom tersebut.

Akrosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di dekat ujung salah satu lengan kromosom tersebut.
Submetasentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada hampir berada di tengah kromosom tersebut.

3. Berdasarkan jumlah sentromer
Berdasarkan kepada jumlah sentromernya kromosom dibagi menjadi 4, yaitu :
- Asentrik, yaitu kromosom yang tidak memiliki kromosom.
- Monosentrik, yaitu kromosom yang hanya memiliki satu kromosom.
- Disentrik, yaitu kromosom yang mempunyai 2 sentromer.
- Polisentrik, yaitu kromosom yang memiliki banyak sentromer (Lebih dari 2).

2. PNGERTIAN GEN DAN ALEL


A. Gen
Gen adalah unit terkecil dari materi genetik yang mengendalikan sifat-sifat hereditas suatu organisme. Itilah gen pertama kali ditemukan oleh W. Johannsen pada tahun 1909. Gen terdiri atas DNA yang terpindal oleh protein histon dan tersimpan di dalam lokus-lokus (kromomer) pada kromonema. 

Setiap kromosom memiliki ratusan lokus sehingga di dalam sel mengandung ribuan gen. Pada setiap sel tubuh manusia, diperkirakan mengandung sekitar 26.000-40.000 gen yang tersimpan didalam 46 kromosom. Satu gen mengendalikan satu sifat hereditas sehingga satu individu memiliki ribuan sifat. 

Setiap gen menempati lokus tertentu pada kromosom nomor tertentu sehingga dapat dilakukan suatu pemetaan untuk mengetahui letak gen-gen dengan sifat tertentu yang dikehendaki. Sepasang kromosom yag homolog memiliki lokus yang bersesuaian dan mengandung gen-gen yang juga bersesuaian, misalnya pada lokus tertentu sama-sama mengandung gen yang menentukan warna kulit.


B. Alel
Istilah alel (alleon = saling berhadapan) dikemukakan pertama kali oleh W. Bateson dan E. R. Saunders pada tahun 1902. Alel adalah pasangan gen tang terdapat pada kromosom homolog yang menunjukkan sifat alternatif sesamanya. 

Contoh sifat alternatif sesamanya adalah alel B menentukan sifat bentuk biji bulat, sedangkan alel b menentukan sifat bentuk biji keriput. Pasangan gen atau alel dari kromosom homolog dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu homozigot dominan, heterozigot, dan homozigot resesif. Pasangan gen dalam kromosom homolog suatu individu disebut genotipe. 

Gen dominan dilambangkan dengan huruf besar (misalnya A, B, C), sedangkan gen resesif dilambangkan dengan huruf kecil (misalnya a, b, c). Ekspresi gen tersebut memengaruhi penampakan sifat-sifat yang disebut fenotipe. Contohnya gen B menampakkan sifat biji bulan dan gen b menampakkan sifat biji keriput. Pasangan gen dominan homozigot BB menampakkan sifat biji bulat. Pasangan gen heterozigot Bb juga menampakkan sifat biji bulat. Sementara itu, pasangan gen resesif homozigot bb menampakkan sifat biji keriput.
C. Gen Aktif (Ekspresif) dan Gen pasif
Setiap sel tubuh pada suatu individu sebenarnya mengandung gen-gen yang sama karena pada awalnya berasal dari satu zigot. Sebagai contoh, gen yang terdapat pada kulit sebenarnya sama dengan gen yang terdapat pada usus, lambung, pankreas, atau jantung. Namun, gen-gen tersebut dapat aktif di suatu organ tubuh, tetapi pasif di organ tubuh lainnya. Contohnya gen yang menumbuhkan rambut hanya aktif di sel-sel kulit, sedangkan pada sel di organ lainnya tidak aktif.

Keaktifan suatu gen pada manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tempat keberadaan gen, jenis kelamin, dan umur. Contohnya, antara lain tempat keberadaan gen, jenis kelamin, dan umur. Contohnya gen penumbuh kumis yang aktif hanya di bagian kulit tertentu pada laki-laki sejak usia pubertas.

3. PERBEDAAN GEN DAN ALEL

Gen adalah bagian dari DNA. Alel di sisi lain mengacu pada versi yang berbeda dari gen yang sama. Ada perbedaan lain yang lebih halus antara keduanya dan ini adalah apa yang akan kita eksplorasi di halaman ini:

1. Gen adalah bagian yang berbeda dari DNA yang menentukan sifat genetik yang akan dimiliki seseorang. Alel adalah urutan yang berbeda pada DNA-mereka yang menentukan karakteristik tunggal pada individu.

2. Perbedaan penting antara keduanya adalah bahwa alel muncul berpasangan. Mereka juga dibedakan dalam kategori resesif dan dominan. Gen tidak memiliki diferensiasi tersebut.

3. Sebuah perbedaan yang menarik antara alel dan gen adalah bahwa alel menghasilkan fenotipe yang berlawanan yang kontras secara alami. Ketika ada dua mitra gen yang homogen, mereka disebut homozigot. Namun, jika pasangan tersebut terdiri dari alel yang berbeda, mereka disebut heterozigot. Dalam alel heterozigot, alel dominan memperoleh ekspresi.

4. Gen yang mendominasi ditentukan oleh apakah AA dan Aa yang sama fenotipnya. Lebih mudah untuk menemukan mana yang dominan karena mereka mengekspresikan diri mereka lebih baik ketika mereka dipasangkan dengan baik oleh alel.

5. Alel pada dasarnya jenis berbeda dari gen yang sama. Mari kita jelaskan hal ini kepada Anda dalam cara (Jika warna mata Anda ditentukan oleh gen tunggal, warna biru akan dilakukan oleh satu alel dan warna hijau oleh yang lain). Menarik, bukan?

6. Semua dari kita mewarisi sepasang gen dari masing-masing orang tua kita. Gen ini yang persis sama satu sama lain. Jadi apa yang menyebabkan perbedaan antara individu? Ini adalah hasil dari alel.

7. Perbedaan antara keduanya menjadi lebih jelas dalam hal sifat. Sebuah Sifat mengacu pada apa yang Anda lihat, sehingga ekspresi fisik dari gen itu sendiri. Alel menentukan versi yang berbeda dari gen yang kita lihat. Gen adalah seperti sebuah mesin yang telah disatukan. Namun, bagaimana hal itu akan bekerja akan tergantung pada alel.

8. Keduanya alel dan gen memainkan peran penting dalam semua perkembangan hidup. Perbedaannya adalah yang paling berwarna-warni terwujud pada manusia. Jadi lain kali Anda melihat berbagai warna rambut dan warna mata di sekitar Anda, luangkan waktu dan mengagumi kekuatan fenomenal dari gen dan alel!


Perbedaan Gen dan Alel:
1. Gen adalah sesuatu yang kita warisi dari orang tua kita sedangkan alel menentukan bagaimana mereka disajikan dalam individu.
2. Alel muncul berpasangan tetapi tidak ada pasangan tersebut untuk gen.
3. Sepasang alel menghasilkan fenotipe yang berlawanan. Tidak ada generalisasi tersebut dapat ditugaskan untuk gen.
4. Alel menentukan sifat yang kita warisi.
5. Gen-gen kita yang diwarisi adalah sama untuk semua manusia. Namun, bagaimana mewujudkan ini sendiri sebenarnya ditentukan oleh alel!


LANJUTKAN MATERI : REPLIKASI, SINSTESIS PROTEIN DAN KODE GENETIK

MATERI GENETIK : Pengertian, Fungsi, Sifat, Perbedaan Kromosom, Gen dan Alel

PENGUMUMAN

KUNCI JAWABAN MANDIRI K13N SMA KELAS 10-12 LENGKAP. KLIK DISINI.!

MATERI GENTIK : Pengertian Kromosom, Gen dan Alel

Jadi, tadi mimin ulangan bab genetik dan pembelahan sel, alhamdulillah yang penting gak remidi deh. menurut mimin si ya.. materi genetik ini gampang-gampang susah. karena yang dibutuhkan lebih ke pemahaman pada sintesis proteinnya.

kalau untuk kromosom,DNA,RNA,Gen,Alel dan lainnya itu cukup dihafalkan saja. dari pengalaman mimin ulangan si, adalah materi yang penting untuk dipelajari. jadi selamat belajar ya.

1. KROMOSOM

A. PENGERTIAN KROMOSOM
“Kromosom” berasal dari dua kata, yaitu “kroma” yang artinya benang, dan “soma” yang berarti badan. Sesuai dengan namanya tersebut, Kromosom adalah struktur berupa benang halus yang membawa informasi genetik (gen). Kromosom terdapat di dalam setiap inti sel makhluk hidup. 

Gen adalah materi genetik yang memiliki informasi tetang sifat yang akan diwariskan dari induk kepada keturunannya. Di dalam kromosom, gen tersimpan di sebuah area khusus yang disebut lokus. Gen yang berpasangan di dalam lokus disebut alel. 

Tubuh kromosom terdiri oleh benang-benang kromatin yang disusun oleh asam nukleat (DNA dan RNA) dan protein. Komposisinya 60% protein, 35% DNA, dan 5 % RNA.
Setiap makhluk hidup memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda. Manusia memiliki 46 kromosom (23 kromosom berasal dari ayah dan 23 kromosom berasal dari ibu) di dalam setiap inti selnya. 

C. FUNGSI KROMOSOM
Terdapat 3 fungsi utama kromosom yaitu :
- Sebagai tempat penyimpanan informasi genetik yang akan diturunkan dari induk ke anak sehingga membentuk sifat dan ciri khas individu tersebut.
- Berperan penting dalam proses pembelahan sel.
- Menentukan jenis kelamin suatu individu.

D. STRUKTUR KROMOSOM
DNA bersama dengan protein yang disebut protein histon akan membentuk struktur yang disebut nukleosom. Kemudian kelompok nukleosom akan membentuk untaian benang yang disebut kromatin. Kumpulan dari benang kromatin yang melilit sedemikian rupa akan membentuk kromosom. 

Sebelum terjadinya pembelahan sel, DNA dari setiap kromosom akan membelah sehingga terbentuk lengan ganda yang disebut kromatid. Replikasi DNA ini berfungsi agar pewarisan terhadap sel keturunan akan mendapatkan salinan lengkap informasi genetik induknya.

Berdasarkan hasil pembelahan sel, nantinya akan terbentuk dua jenis kromosom, yaitu :
  - Kromosom Sel Diploid, merupakan sel yang memiliki dua set kromosom, sel diploid identik (homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel diploid memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya.

  - Kromosom Sel Haploid, merupakan sel yang hanya memiliki satu set kromosom, sel haploid secara tidak identik (non-homolog) secara genetik dengan sel induk. Sel haploid juga hanya memiliki setengah dari jumlah kromosom sel induk.

Untuk lebih memahami tentang struktur kromosom yang telah kami jelaskan di atas, perhatikan gambar di bawah ini : 


STRUKTUR KROMOSOM

A. BAGIAN – BAGIAN KROMOSOM
Secara umum, seluruh kromosom memiliki dua bagian tubuh, yaitu Sentromer dan Lengan Kromosom (Kromatid). 
5R

B. BAGIAN - BAGIAN KROMOSOM
1. Sentromer
Bagian pusat kromosom yang umumnya berbentuk bulat. Pada sentromer terdapat kinetokor memiliki fungsi penting saat terjadinya pembelahan sel. Pada bagian inilah benang spindel melekat pada masing-masing kutub yang berlawanan.

2. Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari kedua lengan hasil replikasi pada kromosom. Pada lengan kromosom terdapat kromonema, yaitu pita yaang berbentuk spiral. Pada kromonema dapat terlihat penebalan berupa manik-manik yang disebut Kromomer. Umumnya kromomer susah untuk diamati, namun dapat terlihat jelas pada kromosom yang telah banyak melakukan replikasi. Kromonema dibungkus oleh substansi khusus yang disebut matriks. Kromatid melekat satu sama lain pada bagian sentromer.

3. Telomer
Telomer merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagian ujung dari kromosom. Telomer berfungsi untuk menjaga DNA pada bagian ujung tidak terurai dan mencegah bertemunya satu lengan dengan lengan kromosom yang lainnya. Telomer juga berfungsi untuk melindungi kromosom dari ancaman lingkungan.

C. JENIS JENIS KROMOSOM
1. Berdasarkan Fungsinya
Menurut fungsinya, kromosom dibagi menjadi 2 tipe :
  - Kromosom Autosom (Tubuh), yaitu kromosom yang memberikan ciri-ciri yang ada pada tubuh makhluk hidup. Contohnya : manusia memiliki 22 pasang kromosom autosom dan 1 pasang kromosom genosom.

  - Kromosom Genosom (Kelamin), yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin organisme pemilik kromosom tersebut. Contohnya manusia memiliki 1 pasang kromosom autosom, Apabila 1 pasang kromosom tersebut adalah XX maka manusia itu wanita, namun apabila 1 pasang kromosom tersebut XY maka jenis kelaminnya laki-laki.

2. Berdasarkan Letak Sentromer
Berdasarkan letak sentromernya kromosom dibagi menjadi 4, yaitu : 


D. KROMOSOM BERDASARKAN LETAK SENTROMERNYA

Telosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di ujung lengan kromosom.
Metasentrik, merupakan kromosom dengan sentromer yang terletak tepat ditengah lengan kromosom tersebut.

Akrosentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada di dekat ujung salah satu lengan kromosom tersebut.
Submetasentrik, merupakan kromosom yang letak sentromernya berada hampir berada di tengah kromosom tersebut.

3. Berdasarkan jumlah sentromer
Berdasarkan kepada jumlah sentromernya kromosom dibagi menjadi 4, yaitu :
- Asentrik, yaitu kromosom yang tidak memiliki kromosom.
- Monosentrik, yaitu kromosom yang hanya memiliki satu kromosom.
- Disentrik, yaitu kromosom yang mempunyai 2 sentromer.
- Polisentrik, yaitu kromosom yang memiliki banyak sentromer (Lebih dari 2).

2. PNGERTIAN GEN DAN ALEL


A. Gen
Gen adalah unit terkecil dari materi genetik yang mengendalikan sifat-sifat hereditas suatu organisme. Itilah gen pertama kali ditemukan oleh W. Johannsen pada tahun 1909. Gen terdiri atas DNA yang terpindal oleh protein histon dan tersimpan di dalam lokus-lokus (kromomer) pada kromonema. 

Setiap kromosom memiliki ratusan lokus sehingga di dalam sel mengandung ribuan gen. Pada setiap sel tubuh manusia, diperkirakan mengandung sekitar 26.000-40.000 gen yang tersimpan didalam 46 kromosom. Satu gen mengendalikan satu sifat hereditas sehingga satu individu memiliki ribuan sifat. 

Setiap gen menempati lokus tertentu pada kromosom nomor tertentu sehingga dapat dilakukan suatu pemetaan untuk mengetahui letak gen-gen dengan sifat tertentu yang dikehendaki. Sepasang kromosom yag homolog memiliki lokus yang bersesuaian dan mengandung gen-gen yang juga bersesuaian, misalnya pada lokus tertentu sama-sama mengandung gen yang menentukan warna kulit.


B. Alel
Istilah alel (alleon = saling berhadapan) dikemukakan pertama kali oleh W. Bateson dan E. R. Saunders pada tahun 1902. Alel adalah pasangan gen tang terdapat pada kromosom homolog yang menunjukkan sifat alternatif sesamanya. 

Contoh sifat alternatif sesamanya adalah alel B menentukan sifat bentuk biji bulat, sedangkan alel b menentukan sifat bentuk biji keriput. Pasangan gen atau alel dari kromosom homolog dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu homozigot dominan, heterozigot, dan homozigot resesif. Pasangan gen dalam kromosom homolog suatu individu disebut genotipe. 

Gen dominan dilambangkan dengan huruf besar (misalnya A, B, C), sedangkan gen resesif dilambangkan dengan huruf kecil (misalnya a, b, c). Ekspresi gen tersebut memengaruhi penampakan sifat-sifat yang disebut fenotipe. Contohnya gen B menampakkan sifat biji bulan dan gen b menampakkan sifat biji keriput. Pasangan gen dominan homozigot BB menampakkan sifat biji bulat. Pasangan gen heterozigot Bb juga menampakkan sifat biji bulat. Sementara itu, pasangan gen resesif homozigot bb menampakkan sifat biji keriput.
C. Gen Aktif (Ekspresif) dan Gen pasif
Setiap sel tubuh pada suatu individu sebenarnya mengandung gen-gen yang sama karena pada awalnya berasal dari satu zigot. Sebagai contoh, gen yang terdapat pada kulit sebenarnya sama dengan gen yang terdapat pada usus, lambung, pankreas, atau jantung. Namun, gen-gen tersebut dapat aktif di suatu organ tubuh, tetapi pasif di organ tubuh lainnya. Contohnya gen yang menumbuhkan rambut hanya aktif di sel-sel kulit, sedangkan pada sel di organ lainnya tidak aktif.

Keaktifan suatu gen pada manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tempat keberadaan gen, jenis kelamin, dan umur. Contohnya, antara lain tempat keberadaan gen, jenis kelamin, dan umur. Contohnya gen penumbuh kumis yang aktif hanya di bagian kulit tertentu pada laki-laki sejak usia pubertas.

3. PERBEDAAN GEN DAN ALEL

Gen adalah bagian dari DNA. Alel di sisi lain mengacu pada versi yang berbeda dari gen yang sama. Ada perbedaan lain yang lebih halus antara keduanya dan ini adalah apa yang akan kita eksplorasi di halaman ini:

1. Gen adalah bagian yang berbeda dari DNA yang menentukan sifat genetik yang akan dimiliki seseorang. Alel adalah urutan yang berbeda pada DNA-mereka yang menentukan karakteristik tunggal pada individu.

2. Perbedaan penting antara keduanya adalah bahwa alel muncul berpasangan. Mereka juga dibedakan dalam kategori resesif dan dominan. Gen tidak memiliki diferensiasi tersebut.

3. Sebuah perbedaan yang menarik antara alel dan gen adalah bahwa alel menghasilkan fenotipe yang berlawanan yang kontras secara alami. Ketika ada dua mitra gen yang homogen, mereka disebut homozigot. Namun, jika pasangan tersebut terdiri dari alel yang berbeda, mereka disebut heterozigot. Dalam alel heterozigot, alel dominan memperoleh ekspresi.

4. Gen yang mendominasi ditentukan oleh apakah AA dan Aa yang sama fenotipnya. Lebih mudah untuk menemukan mana yang dominan karena mereka mengekspresikan diri mereka lebih baik ketika mereka dipasangkan dengan baik oleh alel.

5. Alel pada dasarnya jenis berbeda dari gen yang sama. Mari kita jelaskan hal ini kepada Anda dalam cara (Jika warna mata Anda ditentukan oleh gen tunggal, warna biru akan dilakukan oleh satu alel dan warna hijau oleh yang lain). Menarik, bukan?

6. Semua dari kita mewarisi sepasang gen dari masing-masing orang tua kita. Gen ini yang persis sama satu sama lain. Jadi apa yang menyebabkan perbedaan antara individu? Ini adalah hasil dari alel.

7. Perbedaan antara keduanya menjadi lebih jelas dalam hal sifat. Sebuah Sifat mengacu pada apa yang Anda lihat, sehingga ekspresi fisik dari gen itu sendiri. Alel menentukan versi yang berbeda dari gen yang kita lihat. Gen adalah seperti sebuah mesin yang telah disatukan. Namun, bagaimana hal itu akan bekerja akan tergantung pada alel.

8. Keduanya alel dan gen memainkan peran penting dalam semua perkembangan hidup. Perbedaannya adalah yang paling berwarna-warni terwujud pada manusia. Jadi lain kali Anda melihat berbagai warna rambut dan warna mata di sekitar Anda, luangkan waktu dan mengagumi kekuatan fenomenal dari gen dan alel!


Perbedaan Gen dan Alel:
1. Gen adalah sesuatu yang kita warisi dari orang tua kita sedangkan alel menentukan bagaimana mereka disajikan dalam individu.
2. Alel muncul berpasangan tetapi tidak ada pasangan tersebut untuk gen.
3. Sepasang alel menghasilkan fenotipe yang berlawanan. Tidak ada generalisasi tersebut dapat ditugaskan untuk gen.
4. Alel menentukan sifat yang kita warisi.
5. Gen-gen kita yang diwarisi adalah sama untuk semua manusia. Namun, bagaimana mewujudkan ini sendiri sebenarnya ditentukan oleh alel!


LANJUTKAN MATERI : REPLIKASI, SINSTESIS PROTEIN DAN KODE GENETIK
Load Comments

Dapatkan Pembahasan Terupdate

Notifications

Disqus Logo
close