Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris). - Primalangga -->
Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

Jawaban:

Cacing wawo (Lysidice collaris) merupakan cacing yang bereproduksi dengan membentuk epitoke (induvidu reproduktif). Epitoke dapat terbentuk melalui pertunasan atau transformasi langsung. Bentuk tubuh epitoke berbeda dengan etoke (Induvidu non reproduktif). Epitoke berenang ke permukaan air menjelang pagi atau petang hari untuk melepaskan sperma dan telur, peristiwa ini disebut swarming. Swarming terjadi pada masa-masa tertentu. Swarming cacing palolo (Eunice viridis) dari kepulauan Samoa., maluku, dan nusa Tenggara terjadi di bulan november, seminggu setelah bulan purnama. Di pulau Lombok dikenal istilah :bau nyale" (Menangkap cacing laut) yang dilakukan pada bulan februari dan maret. Menjelang fajar, epitoke mengalami dehiscence, sehingga telur bertebaran di air dan segera dibuahi sperma.

*Baca buku halaman 338
Baca Selengkapnya : Pembahasan Uji Kompetensi Materi Animalia Kelas 10 Kurikulum 2013

Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

PENGUMUMAN

Mimin akan sangat berterima kasih, Jika teman-teman mau BERDONASI secara GRATIS dengan cara "KLIK" iklan dibawah.

Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

Jawaban:

Cacing wawo (Lysidice collaris) merupakan cacing yang bereproduksi dengan membentuk epitoke (induvidu reproduktif). Epitoke dapat terbentuk melalui pertunasan atau transformasi langsung. Bentuk tubuh epitoke berbeda dengan etoke (Induvidu non reproduktif). Epitoke berenang ke permukaan air menjelang pagi atau petang hari untuk melepaskan sperma dan telur, peristiwa ini disebut swarming. Swarming terjadi pada masa-masa tertentu. Swarming cacing palolo (Eunice viridis) dari kepulauan Samoa., maluku, dan nusa Tenggara terjadi di bulan november, seminggu setelah bulan purnama. Di pulau Lombok dikenal istilah :bau nyale" (Menangkap cacing laut) yang dilakukan pada bulan februari dan maret. Menjelang fajar, epitoke mengalami dehiscence, sehingga telur bertebaran di air dan segera dibuahi sperma.

*Baca buku halaman 338
Baca Selengkapnya : Pembahasan Uji Kompetensi Materi Animalia Kelas 10 Kurikulum 2013
Load Comments

Dapatkan Pembahasan Terupdate

Notifications

Disqus Logo
close