Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif - Primalangga -->
Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif

Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif

Jawaban:

Model konservatif
ketida induk atau yang lama tidak berubah dan berfungsi sebagai cetakan, Jadi, heliks ganda DNA baru tidak mengandung polinukleotida lama.
Model semikonservatif
Kedua rantai polinukleotida berpisah, kemudian masing-masing utai nukleotida membuat untai polinukleotida baru sebagai pelengkapnya. Jadi, diperoleh dua helik ganda. DNA yang masing-masing mengandung satu untai polinukleotida lama dan satu polinukleotida baru.
Model dispersif

Beberapa bagian kedua untai polinukleotida lama secara tersebar berfungsi sebagai cetakan, kemudia masing-masing bagian tersebut membuat bagian -bagian polinukleotida baru sebagai pelengkapnya. Jadi, diperoleh dua heliks ganda DNA yang masing-masing mengandung molekul DNA lama dan DNA baru secara berselang-seling pada kedua untai polinukleotida.

*Baca buku halaman 107
Baca Selengkapnya : Pembahasan Uji Kompetensi Materi Genetik (Buku Erlangga K-13 Kelas 12) dan Pembahasannya

Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif

PENGUMUMAN

Mimin akan sangat berterima kasih, Jika teman-teman mau BERDONASI secara GRATIS dengan cara "KLIK" iklan dibawah.

Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif

Jelaskan perbedaan teori replikasi DNA konservatif, semi konservatif, dan dispersif

Jawaban:

Model konservatif
ketida induk atau yang lama tidak berubah dan berfungsi sebagai cetakan, Jadi, heliks ganda DNA baru tidak mengandung polinukleotida lama.
Model semikonservatif
Kedua rantai polinukleotida berpisah, kemudian masing-masing utai nukleotida membuat untai polinukleotida baru sebagai pelengkapnya. Jadi, diperoleh dua helik ganda. DNA yang masing-masing mengandung satu untai polinukleotida lama dan satu polinukleotida baru.
Model dispersif

Beberapa bagian kedua untai polinukleotida lama secara tersebar berfungsi sebagai cetakan, kemudia masing-masing bagian tersebut membuat bagian -bagian polinukleotida baru sebagai pelengkapnya. Jadi, diperoleh dua heliks ganda DNA yang masing-masing mengandung molekul DNA lama dan DNA baru secara berselang-seling pada kedua untai polinukleotida.

*Baca buku halaman 107
Baca Selengkapnya : Pembahasan Uji Kompetensi Materi Genetik (Buku Erlangga K-13 Kelas 12) dan Pembahasannya
Load Comments

Dapatkan Pembahasan Terupdate

Notifications

Disqus Logo
close