Rangkuman, Soal dan Pembahasan Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI Kurikulum 2013 - Primalangga -->
Apa itu kesetimbangan kimia? 

atau saat ini kamu sedang mempelajari kesetimbangan kimia? kamu datang pada tempat yang tepat. 

kali ini mimin mau mengulas tentang materi kesetimbangan kelas xi  secara LENGKAP khusus buat temen-temen semua.

mungkin pembahasan ini agak sedikit panjang. jadi konsentrasi ya, supaya materi yang ada dapat terserap sepenuhnya. usahakan rileks duduknya. jangan lupa WA-nya di silent biar ga kepikiran si doi. Hihi..

Dari pada lama-lama yuk langsung saja..!

<< HALAMAN SEBELUMNYA

PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA

Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Berikut penjelasannya.

Dalam suatu reaksi kimia, ada beberapa reaksi yang tidak dapat dibalik. Misalnya, jika besi didiamkan di udara terbuka dapat berubah menjadi berkarat, kayu jika dibakar berubah menjadi karbon, dan karbohidrat difermentasi menjadi alkohol. 

Bahan-bahan tersebut tidak dapat berubah seperti semula, karat besi tidak dapat menjadi besi kembali, karbon tidak dapat berubah menjadi kayu, serta alkohol tidak dapat berubah menjadi karbohidrat kembali. 

Reaksi yang tidak dapat balik menjadi zat semula disebut reaksi satu arah (irreversible).

Untuk mengetahui reaksi merupakan reaksi yang dapat balik atau tidak, ada beberapa hal yang dapat kita jadikan acuan. Sobat ingin tahu caranya, bukan? 

Ciri-ciri Reaksi satu arah

> Zat hasil reaksi tidak dapat dirubah kembali menjadi pereaksi.

> Antara hasil pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan satu arah anak panah.

> Reaksi berlangsung tuntas. Artinya, reaksi akan berhenti jika salah satu atau semua pereaksi habis.

Contoh Reaksi satu arah 

Jika larutan asam klorida (HCl) direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH),akan dihasilkan larutan natrium klorida (NaCl) dan air (H2O). Reaksi yang terjadi antara kedua larutan adalah sebagai berikut.

HCl(aq) + NaOH → NaCl(aq) + H2O(l)

Jika dipanaskan sampai jenuh, larutan NaCl dari hasil reaksi di atas akan berubah menjadi kristal putih yang rasanya asin. Tetapi jika sobat mereaksikan kristal putih tersebut dengan air, maka tidak akan terbentuk asam klorida (HCl) dan natrium hidroksida (NaOH).

Selain reaksi satu arah, ada juga reaksi bolak-balik (reversible). Reaksi bolak-balik (reversibel) adalah reaksi dimana produk dapat berubah lagi menjadi zat semula.

Ciri-ciri reaksi bolak balik

Antara pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan dua arah anak panah (↔).
Reaksi ke kanan disebut reaksi maju, sedangkan reaksi ke kiri disebut reaksi balik.

Contoh reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut:

N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)

Reaksi Kesetimbangan Dinamis

Pada awal reaksi,laju reaksi pembentukan NH3 mempunyai nilai tertentu (v1), sedangkan laju reaksi pada waktu penguraian NH3(v2) adalah nol. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah NH3 yang terbentuk, maka nilai v1 makin lama makin kecil, sedangkan v2 makin lama makin besar. Hal ini terus terjadi sampai nilai v1 dan v2 sama dan konstan. Pada waktu inilah reaksi dikatakan setimbang.

Pada saat terjadi kesetimbangan kimia, tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Keadaan inilah yang dinamakan kesetimbangan dinamis.


soal kesetimbangan kimia

reaksi kesetimbangan pada reaksi yang dapat balik (bolak-balik):

Gambar kiri: N2 + 3H2 –> 2NH3 (N2 dan H2 berkurang sedangkan NH3 bertambah)

Gambar kanan: NH3 –> N2 + 3H2 (reaksi kebalikan yang kiri, N2 dan H2 bertambah sedangkan NH3 berkurang)

Saran Artikel : Pembahasan kimia erlangga Kesetimbangan kimia

Pada kesetimbangan dinamis, setiap pengurangan atau penambahan konsentrasi secara molekuler dapat diabaikan. 

Oleh karena itu, dalam perhitungan tetapan kesetimbangan, proses tersebut dapat diabaikan.

  • Ciri-ciri Keadaan Setimbang


Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut.

• Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.

• Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.

• Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.

• Konsentrasi produk dan reaktan tetap.

• Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.


Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan lengkapnya.


  • Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia


Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.

Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.

Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.

N2(g)+ 3H2(g)    <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ

> Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya.

> Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya.

> Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. 

> Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar. 

"Tekanan dan Volume berbanding terbalik"

Contoh : Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g)   <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ

Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2

> Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.

Saran Artikel : Rangkuman materi kimia kelas 10 11 12

> Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.

> Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. 

> Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4.


  • Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia

> Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

> Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm).

Contoh : Pada persamaan reaksi
[A] + [B] <==> [C]  H = -X

[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor).

> Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

> Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).


Hukum Kesetimbangan Kimia

Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah  perbandingan dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. 

Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc"


  • Rumus Umum Kesetimbangan Kimia

Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu, 





Kesetimbangan Heterogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama. 

sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas.

Kesetimbangan Homogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. 

Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.

Contoh Soal kesetimbangan kimi dan pembahasannya

Diketahui suatu reaksi kesetimbangan

2A + B <==> A2B
Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah.

Jawab

Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.


contoh soal dan pembahasan kesetimbangan kimia

Jadi






Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan saling menghilangkan.
Tetapan Kesetimbangan Parsial

Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan tekanan pasrsial  reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. 

Tetapan kestimbangan parsial disimbolkan "Kp".




Ket :
p = tekanan parsial




Ket :
pX = tekanan parsial yang dicari
nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya
En = total mol sistem
Ep = total tekanan parsial sistem

Contoh Soal kesetimbangan kimi dan pembahasannya 

Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.

Jawaban

Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.






Total mol dalam sistem

Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan




Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm




Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan

Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan 

Ket :

R = kostanta gas
T = Suhu
p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi.

1. Derajat Disosiasi

Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni 




2. Arti Tetapan Kesetimbangan

Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain 
Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan

Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi (reaktan) dalam keadaaan setimbang.

> Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sempurna atau hampir sembpurna.
> Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sedikit.

3. Meramalkan arah reaksi

Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh disebut quotion reaksi (Qc). 

Qc merupakan perbandingan konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan ketentuan sebagai berikut.

- Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang.

Pengertian Umum Reaksi Kesetimbangan Kimia

1. Reaksi irreversible adalah reaksi yang berlangsung satu arah atau tidak dapat balik.

2. Reaksi reversible adalah reaksi yang berlangsung bolak-bolik.

3. Keadaan kesetimbangan
Kecepatan reaksi pembentukan zat-zat produk sama dengan kecepatan reaksi pembentukan zat-zat reaktan.

4. Kesetimbangan dinamis:
Reaksi berlangsung terus-menerus dari dua arah yang berlawanan, tidak terjadi perubahan makroskopis melainkan selalu terjadi perubahan mikroskopis dan dicapai pada sistem tertutup.

5. Beberapa pengaruh yang dapat mengganggu letak kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi, perubahan tekanan, perubahan volume, dan perubahan suhu.

6. Menurut asas Le Chatelier:
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi, suhu, tekanan, atau volume. Perubahan ini diungkapkan pertama kali oleh Le Chatelier.

7. Di industri kimia, banyak reaksi-reaksi kimia yang berada dalam setimbang sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk menggeser keadaan kesetimbangan ke arah produk sebanyak-banyaknya melalui pengaturan suhu, tekanan, dan katalis.

8. Tetapan kesetimbangan kimia adalah suatu nilai tetapan dari reaksi kesetimbangan yang merupakan perbandingan konsentrasi produk terhadap konsentrasi pereaksi, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.

9. Harga tetapan kesetimbangan diperoleh dari hukum aksi massa. Persamaannya dinamakan hukum kesetimbangan kimia. Harga tetapan kesetimbangan tetap selama suhu reaksi tidak berubah.

10. Kesetimbangan kimia dalam sistem heterogen untuk zat padat murni atau cairan murni tidak berubah, sehingga tidak memengaruhi nilai tetapan kesetimbangan.

kesimpulannya kesetimbangan keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul).


HALAMAN SELANJUTNYA >>

semoga rangkuman materi kesetimbangan kimi ini dapat membantu ya. mimin pamit dulu.. dahh...

Rangkuman, Soal dan Pembahasan Materi Kesetimbangan Kimia Kelas XI Kurikulum 2013

PENGUMUMAN

KUNCI JAWABAN MANDIRI K13N SMA KELAS 10-12 LENGKAP. KLIK DISINI.!

Apa itu kesetimbangan kimia? 

atau saat ini kamu sedang mempelajari kesetimbangan kimia? kamu datang pada tempat yang tepat. 

kali ini mimin mau mengulas tentang materi kesetimbangan kelas xi  secara LENGKAP khusus buat temen-temen semua.

mungkin pembahasan ini agak sedikit panjang. jadi konsentrasi ya, supaya materi yang ada dapat terserap sepenuhnya. usahakan rileks duduknya. jangan lupa WA-nya di silent biar ga kepikiran si doi. Hihi..

Dari pada lama-lama yuk langsung saja..!

<< HALAMAN SEBELUMNYA

PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA

Kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Berikut penjelasannya.

Dalam suatu reaksi kimia, ada beberapa reaksi yang tidak dapat dibalik. Misalnya, jika besi didiamkan di udara terbuka dapat berubah menjadi berkarat, kayu jika dibakar berubah menjadi karbon, dan karbohidrat difermentasi menjadi alkohol. 

Bahan-bahan tersebut tidak dapat berubah seperti semula, karat besi tidak dapat menjadi besi kembali, karbon tidak dapat berubah menjadi kayu, serta alkohol tidak dapat berubah menjadi karbohidrat kembali. 

Reaksi yang tidak dapat balik menjadi zat semula disebut reaksi satu arah (irreversible).

Untuk mengetahui reaksi merupakan reaksi yang dapat balik atau tidak, ada beberapa hal yang dapat kita jadikan acuan. Sobat ingin tahu caranya, bukan? 

Ciri-ciri Reaksi satu arah

> Zat hasil reaksi tidak dapat dirubah kembali menjadi pereaksi.

> Antara hasil pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan satu arah anak panah.

> Reaksi berlangsung tuntas. Artinya, reaksi akan berhenti jika salah satu atau semua pereaksi habis.

Contoh Reaksi satu arah 

Jika larutan asam klorida (HCl) direaksikan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH),akan dihasilkan larutan natrium klorida (NaCl) dan air (H2O). Reaksi yang terjadi antara kedua larutan adalah sebagai berikut.

HCl(aq) + NaOH → NaCl(aq) + H2O(l)

Jika dipanaskan sampai jenuh, larutan NaCl dari hasil reaksi di atas akan berubah menjadi kristal putih yang rasanya asin. Tetapi jika sobat mereaksikan kristal putih tersebut dengan air, maka tidak akan terbentuk asam klorida (HCl) dan natrium hidroksida (NaOH).

Selain reaksi satu arah, ada juga reaksi bolak-balik (reversible). Reaksi bolak-balik (reversibel) adalah reaksi dimana produk dapat berubah lagi menjadi zat semula.

Ciri-ciri reaksi bolak balik

Antara pereaksi dan hasil reaksi dihubungkan dengan dua arah anak panah (↔).
Reaksi ke kanan disebut reaksi maju, sedangkan reaksi ke kiri disebut reaksi balik.

Contoh reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut:

N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)

Reaksi Kesetimbangan Dinamis

Pada awal reaksi,laju reaksi pembentukan NH3 mempunyai nilai tertentu (v1), sedangkan laju reaksi pada waktu penguraian NH3(v2) adalah nol. 

Seiring dengan meningkatnya jumlah NH3 yang terbentuk, maka nilai v1 makin lama makin kecil, sedangkan v2 makin lama makin besar. Hal ini terus terjadi sampai nilai v1 dan v2 sama dan konstan. Pada waktu inilah reaksi dikatakan setimbang.

Pada saat terjadi kesetimbangan kimia, tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul). Keadaan inilah yang dinamakan kesetimbangan dinamis.


soal kesetimbangan kimia

reaksi kesetimbangan pada reaksi yang dapat balik (bolak-balik):

Gambar kiri: N2 + 3H2 –> 2NH3 (N2 dan H2 berkurang sedangkan NH3 bertambah)

Gambar kanan: NH3 –> N2 + 3H2 (reaksi kebalikan yang kiri, N2 dan H2 bertambah sedangkan NH3 berkurang)

Saran Artikel : Pembahasan kimia erlangga Kesetimbangan kimia

Pada kesetimbangan dinamis, setiap pengurangan atau penambahan konsentrasi secara molekuler dapat diabaikan. 

Oleh karena itu, dalam perhitungan tetapan kesetimbangan, proses tersebut dapat diabaikan.

  • Ciri-ciri Keadaan Setimbang


Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut.

• Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.

• Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan.

• Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.

• Konsentrasi produk dan reaktan tetap.

• Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.


Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan lengkapnya.


  • Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia


Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.

Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.

Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.

N2(g)+ 3H2(g)    <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ

> Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya.

> Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya.

> Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. 

> Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar. 

"Tekanan dan Volume berbanding terbalik"

Contoh : Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g)   <==> 2NH3(g)  H = -92 kJ

Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2

> Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.

Saran Artikel : Rangkuman materi kimia kelas 10 11 12

> Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2.

> Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. 

> Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4.


  • Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia

> Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

> Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm).

Contoh : Pada persamaan reaksi
[A] + [B] <==> [C]  H = -X

[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor).

> Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

> Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).


Hukum Kesetimbangan Kimia

Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah  perbandingan dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. 

Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc"


  • Rumus Umum Kesetimbangan Kimia

Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu, 





Kesetimbangan Heterogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama. 

sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas.

Kesetimbangan Homogen

Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. 

Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.

Contoh Soal kesetimbangan kimi dan pembahasannya

Diketahui suatu reaksi kesetimbangan

2A + B <==> A2B
Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah.

Jawab

Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.


contoh soal dan pembahasan kesetimbangan kimia

Jadi






Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan saling menghilangkan.
Tetapan Kesetimbangan Parsial

Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan tekanan pasrsial  reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. 

Tetapan kestimbangan parsial disimbolkan "Kp".




Ket :
p = tekanan parsial




Ket :
pX = tekanan parsial yang dicari
nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya
En = total mol sistem
Ep = total tekanan parsial sistem

Contoh Soal kesetimbangan kimi dan pembahasannya 

Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.

Jawaban

Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.






Total mol dalam sistem

Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan




Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm




Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan

Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan 

Ket :

R = kostanta gas
T = Suhu
p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi.

1. Derajat Disosiasi

Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni 




2. Arti Tetapan Kesetimbangan

Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain 
Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan

Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi (reaktan) dalam keadaaan setimbang.

> Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sempurna atau hampir sembpurna.
> Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sedikit.

3. Meramalkan arah reaksi

Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh disebut quotion reaksi (Qc). 

Qc merupakan perbandingan konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan ketentuan sebagai berikut.

- Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang.

Pengertian Umum Reaksi Kesetimbangan Kimia

1. Reaksi irreversible adalah reaksi yang berlangsung satu arah atau tidak dapat balik.

2. Reaksi reversible adalah reaksi yang berlangsung bolak-bolik.

3. Keadaan kesetimbangan
Kecepatan reaksi pembentukan zat-zat produk sama dengan kecepatan reaksi pembentukan zat-zat reaktan.

4. Kesetimbangan dinamis:
Reaksi berlangsung terus-menerus dari dua arah yang berlawanan, tidak terjadi perubahan makroskopis melainkan selalu terjadi perubahan mikroskopis dan dicapai pada sistem tertutup.

5. Beberapa pengaruh yang dapat mengganggu letak kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi, perubahan tekanan, perubahan volume, dan perubahan suhu.

6. Menurut asas Le Chatelier:
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesetimbangan adalah perubahan konsentrasi, suhu, tekanan, atau volume. Perubahan ini diungkapkan pertama kali oleh Le Chatelier.

7. Di industri kimia, banyak reaksi-reaksi kimia yang berada dalam setimbang sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk menggeser keadaan kesetimbangan ke arah produk sebanyak-banyaknya melalui pengaturan suhu, tekanan, dan katalis.

8. Tetapan kesetimbangan kimia adalah suatu nilai tetapan dari reaksi kesetimbangan yang merupakan perbandingan konsentrasi produk terhadap konsentrasi pereaksi, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.

9. Harga tetapan kesetimbangan diperoleh dari hukum aksi massa. Persamaannya dinamakan hukum kesetimbangan kimia. Harga tetapan kesetimbangan tetap selama suhu reaksi tidak berubah.

10. Kesetimbangan kimia dalam sistem heterogen untuk zat padat murni atau cairan murni tidak berubah, sehingga tidak memengaruhi nilai tetapan kesetimbangan.

kesimpulannya kesetimbangan keadaan dimana tidak terjadi perubahan makroskopis (perubahan yang dapat dilihat dan diukur), tetapi reaksi masih terus terjadi pada tingkat mikroskopis (molekul).


HALAMAN SELANJUTNYA >>

semoga rangkuman materi kesetimbangan kimi ini dapat membantu ya. mimin pamit dulu.. dahh...
Load Comments

Dapatkan Pembahasan Terupdate

Notifications

Disqus Logo
close